Kamis, 24 Mei 2012

Kondisi Perekonomian Indonesia Saat Ini

Nama   : Shakina Dwiandari
NPM      : 26211720
Kelas    : 1EB21
Tulisan : Softskill Perekonomian Indonesia

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2012 ini layak dikatakan relatif stabil. Meskipun nilai tukar IDR terhadap USD terbilang cukup rendah, yaitu dikisaran Rp 9.100,- sampai Rp 9.300 / $. Seperti diketahui, kemarin lembaga pemeringkat kelas dunia, Fitch’s Rating sudah menaikkan peringkat Indonesia dari BB+ menjadi BBB-. Sehingga perkiraaan rasio utang Indonesia sudah berada di bawah 25%. Ini merupakan peringkat yang setara dengan investment grade yang berarti Indonesia masuk ke dalam kategori negara dengan investasi yang baik.
Hal ini sangat menggembirakan karena mengingat usaha pemerintah yang terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi sampai di atas 6% dan menean defisit anggaran dibawah 2,5%. Mengingat krisis financial yang sedang di melanda Amerika Serikat dan Eropa, Indonesia cukup aman karena tidak tepengaruh dampak krisis tersebut.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito di Jakarta yang mengatakan dalam tiga tahun terakhir pasar dalam negeri tumbuh cukup tinggi dibanding negara tetangga. Sehingga, menurutnya, ditengah kondisi ekonomi global yang belum kondusif akan membuat investor asing melakukan perlindungan asetnya, kondisi itu akan menimbulkan potensi “capital inflow” terhadap negara yang memiliki pertumbuhan positif. “Pasar kita dalam tiga tahun terakhir tumbuh luar biasa, negara tetangga tenggelam. Kita positif, asing melakukan aset ‘protectian’ akan menimbulkan potensi pasar yang lebih tinggi di dalam negeri karena mereka melihat Indonesia sangat menarik karena pertumbuhannya tiga besar di dunia,” ucap dia.
Pertumbuhan sektor wirausaha dalam negeri pun dikatakan cukup baik. Hal ini ditunjukkkan dengan tumbuhnya jumlah wirausahawan di Indonesia yang melonjak tajam dari 0,24% menjadi 1,56% dari jumlah penduduk. Saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) nasional mengungkapkan di Indonesia kini ada 55, 53 juta UMKM dan 54 juta lebih diantaranya adalah usaha mikro. Kemenkop optimistis tahun 2014 pertumbuhan wirausaha ke titik ideal minimal 2% dapat tercapai.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menjelaskan, selain karena melambatnya permintaan global, pertumbuhan ekspor juga melambat seiring dengan penurunan permintaan komoditas di pasar internasional. Alhasil, pada tahun ini BI memperkirakan ekspor hanya akan tumbuh sekitar 10,6% - 11,1% dari tahun 2011 lalu.
Meski begitu, Darmin masih yakin konsumsi rumah tangga dan investasi swasta masih akan tumbuh tinggi tahun ini, sehingga bisa mengkompensasi perlambatan pertumbuhan ekspor. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM dengan menaikkan harga BBM bersubsidi dan Tarif Tenaga Listrik (TTL) juga diyakini BI akan bisa mengerem konsumsi rumah tangga dan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.


Sumber :
http://nasional.kontan.co.id/news/bi-perkiraan-pertumbuhan-ekonomi-tahun-ini-65/2012/03/08
http://finalgetsugatensho.wordpress.com/2012/03/10/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-saat-ini/ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar